KULTUR DAN FILM,

Kalau Anda Tidak Suka Solo: A Star Wars Story, Ada Kemungkinan Anda Tidak Suka Han Solo

3
Shares

Saat awal film Han diberikan nama belakang “Solo” oleh petugas Galactic Empire karena sebatang kara, saya langsung tahu bahwa film ini akan menakjubkan.

Ron Howard sebagai sutradara menggiring semesta Star Wars menuju persepktif wild-wild west para koboi — tepatnya koboi angkasa. Segerombalan manusia yang bekerjasama di luar hukum, perampokan kereta, penggunaan pesawat layaknya kuda/kereta kuda antariksa, pengkhianatan, cinta yang kandas, hingga duel pistol. Semuanya bagaikan kisah klasik barat yang dipadu dengan estetika luar angkasa waralaba Star Wars.

Apabila anime koboi luar angkasa terbaik dipegang oleh Cowboy Bebop (1997-1998), film koboi luar angkasa terbaik dipegang Solo: A Star Wars Story. Ya, tapi kalau boleh adil film koboi luar angkasa hampir tidak ada, lebih baik membandingkannya dengan fiksi sains yang dicampur dengan koboi, seperti Cowboys & Aliens (2011). Tentu Solo jauh lebih baik dari film dimana Daniel Craig yang biasanya memerankan tokoh paling Inggris bernama James Bond ini menjadi koboi dan menggunakan aksen Amerika Serikat.

Plot tidak kalah dari film spaghetti-western, sederhana namun tidak cetek juga karena memiliki intrik dalam alur cerita. Tokoh-tokoh di film ini cemerlang; dari Han Solo ( Alden Ehrenreich yang pernah memerankan koboi juga di Hail Caesar!), Qi’ra (Emillia Clarke), Lando Carlissian (Donald Glover yang ternyata bukan anak Danny Glover), dan juga Beckett (Woody Harrelson).

Solo cukup memuaskan, namun kritik berbasis dan just plain ol’ bitchin tanpa alasan jelas sudah sewajarnya bermunculan. Film ini tokoh utamanya adalah Han Solo, kelakar dan persona yang dijalankan oleh Alden tidak jauh, walaupun sedikit lebih polos dari Han Solo yang ada di trilogi utama. Cukup sesuai, lebih baik daripada Rhodey atau War Machine yang dulunya diperankan oleh Terrence Howard di film Iron Man (2008) kemudian berubah menjadi beda dan membosankan saat mulai diperankan Don Cheadle di Iron Man 2 (2010). Tapi mohon jangan disamakan dengan Marlon Brando dan Robert de Niro di film The Godfather, itu luar biasa dan memang jarak umurnya cukup jauh.

Setelah mendapatkan ide umum bahwa ini adalah film Han Solo, seharusnya penonton yang menyukai karakternya di Star Wars juga menyukai film ini. Tapi apakah Anda benar-benar menyukai Han Solo? Seorang pilot-penyelundup, douchebag, tukang hutang, ladies man sekaligus tukang colong gebetan orang (di Empire, Solo belum tahu Luke dan Leia bersaudara), modal nekat, pelawak, pesimis, dan sosok dengan sisi oportunis yang membuatnya menjadi salah satu karakter paling manusiawi.

Coba tonton atau ingat kembali film-film Star Wars, apakah Han Solo cukup menarik bagi Anda? Semisalnya memiliki film sendiri apakah akan suka? Kalau harus memilih satu antara dua film Han Solo; satu diperankan Harrison Ford tua dengan kemungkinan latar cerita antara ROTJ ke Force Awakens dan satu Alden yang masih muda, saya yakin akan lebih baik Solo yang rilis di tahun 2018 ini. Ingatkan saya film terburuk Indiana Jones, saat Harrison Ford sudah tua bukan?

Pada akhirnya pro-kontra dan suka-tidak suka pada film adalah hal yang biasa. Tapi coba bertanya kembali kepada diri sendiri apakah tokoh ini benar-benar disukai, karena ada kemungkinan Anda tidak suka Han Solo.