1
Shares

Fetish. sebenarnya fetish itu apa sih?

Kalo kita translate kata fetish menggunakan tools simple seperti google translate, hasil yang akan kita dapatkan adalah…jimat. kurang begitu memuaskan ya.

Tapi, kalau kita teliti lebih dalam lagi, jauh kedalam palung informasi tanpa batas yaitu internet, kita bisa menyimpulkan bahwa fetish adalah suatu keadaan di mana seseorang cenderung melakukan hal tertentu yang spesifik, untuk memompa birahi diri. Hal yang dapat dilakukan sebagai bentuk fetish orang bermacam macam, dari yang wajar seperti lekuk tubuh lawan jenis sampai yang tidak wajar (menurut sebagian orang) seperti emetophilia atau engas karena muntah. Beberapa orang menganggap fetish adalah sebuah penyakit mental, menurut gw ekstasi. setidaknya David Cronenberg dan J.G. Ballard setuju sama gw.

Crash (1996) (tolong jangan sampai keliru dengan crash karya Paul Haggis, lo harus bisa bedain yang mana nutella, yang mana feces)
adalah film besutan david cronenberg, hasil adaptasi dari novel J.G. Ballard dengan judul yang sama, yang menceritakan tentang sekumpulan orang sinting yang haus akan adrenalin, dopamine, seks, dan tabrakan. I shit u not, orang orang gila ini, gila akan tabrakan mobil dan kalau kalian beruntung mungkin kalian akan terinspirasi akan hal yang sama setelah menontonnya.

James Spader memerankan seorang sutradara film yang jenuh dengan kehidupan polyamory nya, yang merubah kemalangannya, berupa kecelakan mobil menjadi sebuah ekstasi baru yang mendorongnya menuju hal hal yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.

Kecelakaan yang dialami oleh james ballard (james spader) cukup brutal namun agak menyerupai quickie sex. Cepat, spontan, gugup, dan penuh dengan pecahan kaca. Pada momen inilah james bertemu dengan Dr. Helen Remington (Holly Hunter) yang sedang bersenggama di mobil disaat kecelakaan itu terjadi. Gw ga mau banyak bahas soal cerita karena itu akan merusak pengalaman kalian menonton film ini.

Ada banyak film / novel yang mengeksplorasi hubungan antara aktifitas seksual dengan kekerasan namun belum ada yang bisa menunjukan hubungan antara keduanya sejelas crash. David cronenberg, di film ini ga akan membiarkan lo melihat sex tanpa kekerasan dan sebaliknya. Sebuah tabu yang berhasil di ekplorasi dan disajikan dengan sempurna oleh my lord cronenberg. Menurut gw, crash adalah film yang bisa membantu gw membedakan antara seorang sutradara komersil dan seniman jujur.

Selain mengeksplorasi hubungan aneh antara seks dan kekerasan, crash pun memprovokasi kita untuk berpikir kembali mengenai konsep adegan seks di layar kaca. Apakah itu sesuatu yang seharusnya membuat kita tidak nyaman ketika kita menonton adegan tersebut di bioskop? dan mengapa kita lebih menerima melihat adegan sadis di bioskop ketimbang adegan seksual yang kalau dipikir pikir sama sama gak lazim.

Crash bukanlah film yang menceritakan mengenai orang orang sakit yang memiliki fetish menyimpang, melainkan tentang khayalan akan ekstasi di dalam desersi, jauh dari hidup yang fana ini.

 

empat setengah dari lima kursi merah