ULASAN,

Posesif : Bukan film bercanda

1
Shares

Di akhir bulan Oktober, salah satu sutradara mumpuni Indonesia bernama Edwin kembali hadir dengan film terbarunya yang berjudul Posesif. Uniknya, di tengah merebaknya kisah remaja yang mengobral manisnya cinta, Posesif hadir menyajikan tema baru yaitu romance suspence.

Film Posesif bercerita tentang dua remaja, Yudhis dan Lala yang baru merasakan cinta pertama mereka. Diperankan oleh Adipati Dolken, Yudhis digambarkan sebagai siswa SMA baru yang tampan dan langsung mencuri perhatian siswi-siswi di sekolah barunya. Bisa ditebak, Yudhis jatuh hati pada Lala (Putri Marino), seorang atlet lompat indah berprestasi.

Layaknya remaja kasmaran paada umumnya, di awal film penonton disuguhkan dengan pesona Adipati melakonkan adegan-adegan manis, pujian-pujian gombal, dan bentuk-bentuk perhatian yang sukses membuat penonton senyam-senyum sembari berkata so sweet. Namun, seiring dengan berjalannya cerita, penonton akan digiring ke sisi gelap cinta yang ternyata bisa sangatmencekam ketika sifat posesif menguasai.

Posesif jelas sangat ingin memperlihatkan penonton apa yang akan terjadi ketika hubungan akhirnya dilihat sebagai sebuah kepemilikan.

Harus diakui, akting Adipati Dolken di film Posesif layak mendapat acungan jempol. Adipati jelas memikat penonton dengan kemampuannya untuk shifting dari remaja so sweet menjadi sosok pria temperamental berkali-kali sepanjang film dengan sangat luwes.

Imbasnya penonton seperti melihat dua Yudhis dalam film Posesif. Penonton juga diijinkan melihat Yudhis yang otoriter dan demanding saat bersama Lala. Tapi Yudhis yang sama juga bisa meringkuk tak melawan saat bersama Mama.

Menemani Adipati, aktris pendatang baru Putri Marino juga tampil apik. Terakhir, penampilan Cut Mini dan Yayu Unru sebagai orang tua kedua tokoh utama juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Cut Mini hadir mengejutkan penonton dengan wajah dingin yang tak biasa, Yayu Unru menyapa penonton dengan akward-nya single dad yang sangat realistis.

Selain itu, dibubuhi alunan nada musisi kekinian Dipha Barus dan juga lirik menyayat lawas Sheila On 7, Posesif hadir dengan racikan rasa yang tak biasa. Singkat kata, Posesif memang bukan bukan film bercanda.

– Putri Kinasih

Empat setengah dari lima kursi merah