ULASAN,

True Romance: Romansa, Kokain, Mara Bahaya, dan Elvis

0
Shares

Tony Scott sebagai sutradara, Tarantino sebagai penulis. Hasilnya adalah film romansa penuh peluru, kokain, kejahatan dan referensi kebudayaan populer bernama True Romance.

Truetrue. film ini truly great. Clarence (Christian Slater) dan Alabama (Patricia Arquette) adalah sepasang kekasih yang berjuang di skena bahaya Detroit, AS. Padahal apa yang mereka inginkan cukup sederhana.

Kesempatan dalam cinta, selalu bersama, dan tinggal berdua tanpa ancaman berarti. Hidup tentu tidak mudah setelah Clarence, seorang proto-cool nerd “membebaskan” Alabama dari germo bernama Drexl yang dimainkan secara brillian oleh Gary Oldman.

Pahlawan sekaligus penjahat yang mengaku ingin bercinta dengan Elvis ini akhirnya mendapatkam satu koper berisi kokain. Dari sini  peluangnya banyak. Clarence bisa kembalikan ke polisi (ha! not a chance) atau mungkin habiskan sendiri seperti apa yang dilakukan Jared Leto di Lord of War. True, truly Tarantino. seperti logika anti-hero yang selalu berjalan di pikiran tokoh-tokoh ciptaan sutradara Kill Bill tersebut, Clarence memutuskan untuk pergi ke Hollywood dan menjual yayo curiannya.

Oh tentu saja bahaya menghadang. La Costra Nostra, mafia Itali yang dipimpin oleh Christopher Walken siap untuk mengambil kokainnya kembali. Selain itu kepolisian pun siap meringkus para baddies yang terlibat dalam penjualan kokain. Di balik semua itu, di balik  bahaya, make up, baju sleazy serta rasa bibir persik Alabama, halusinasi akan Elvis, kacamata hitam, dan dunia gemerlap Hollywood, terdapat sepasang kekasih yang hanya menginginkan hal sederhana. Untuk lari dari kehidupan gelapnya dan live happily ever after.

True romance atau romansa nyata bisa datang dari sepasang jiwa hilang yang menemukan satu sama lain di New York seperti film Woody Allen, sepasang koboy gay seperti film Brokeback Mountain, atau bahkan alien dan manusia yang saling jatuh cinta seperti di film Coneheads.

True Romance menunjukkan gambaran romansa sepasang lovebirds yang harus menjalani situasi sulit, mencoba mencari “eden” sebagai pelarian. Untuk kisah mereka, kokain menjadi solusi. Apabila terjual mereka akan pindah negara, mewujudkan konsep happily ever after yang diinginkan. Mengingatkan kita bahwa love can endure adalah peran indah yang diberikan Tony Scott dan dilengkapi oleh kisah dan dialog intens ala Quentin Tarantino. Semua aktor bermain dengan baik. Seperti Patricia Arquette yang meluapkan emosinya dengan sempurna. Baik bahagia yang terlihat jujur hingga amarah dan kegilaan yang diperankan secara flawless. Dennis Hopper yang berperan sebagai ayah dari Clarence dan Christopher Walken sebagai pemimpin mafia berhasil mengantarkan dialog terbaik dalam film. Sangat Tarantino, dan mungkin menjadi salah satu karya menulis terbaiknya. Oh ya Brad Pitt pun hadir sebagai seorang stoner yang akhirnya menginspirasikan film Pineapple Express.

Selain cerita, berbagai aksi di film ini tidak kalah jenius. Ultra violence Tarantino memberikan warna merah darah dalam True Romance. Klimaks berupa Mexican standoff pun menjadi salah satu adegan aksi terbaik sepanjang masa.

Pada akhirnya True Romance patut dibilang sebagai salah satu film terbaik yang pernah dirilis di tahun 90-an. Kisah sederhana yang memiliki gaya khas Tarantino bertemu dengan cara heartwarming Scott. Mengajak penonton untuk bahagia walaupun derita terus hadir, superb.

5 dari 5 kursi merah