KULTUR DAN FILM,

Sinema Selekta: Action Hero

0
Shares

Kami beranggapan bahwa Movember adalah sesuatu yang bodoh, bodoh dikarenakan segala bulu yang tumbuh dimuka seseorang bukanlah merupakan sesuatu yang patut untuk dirayakan. Tingkat kelebatan “Kumis” dan “Jenggot” di muka seorang manusia tidak memastikan bahwa manusia tersebut adalah seorang alfa yang ditakuti dan disegani warga sekitar. Untuk membuktikannya, kami membuat rekomendasi beberapa action hero movie yang (sebagian) jagoannya tidak memiliki facial hair, tapi tetap memiliki cojone setinggi eiffel tower dan siap digunakan untuk bersenggama dengan dunia selama 24 jam non stop. seperti kami…

1. Machete

IMG_0495

Berawal hanya dari sebuah trailer pendek dari grindhouse series, ternyata respon publik menjadi sangat gila setelah melihatnya. Banyak orang berharap akan ada versi panjangnya dan ya benar saja, harapan-harapan itu dikabulkan oleh Robert Rodriguez.

Seorang sutradara biasanya membuat persona superhero adalah seorang sosok yg good loking, gagah, penuh kharisma dan yang pastinya harus kuat secara fisik. Namun Robert Rodriguez mematahkan formula tersebut dan mengaplikasikannya menjadi seorang pahlawan dari Mexico, mantan polisi federal. Perawakannya sangar dan gahar, tangguh pastinya, dan bukan pria pesolek. Namanya adalah Machete dan ia memerangi kartel narkoba yg merajalela dan apa saja dengan caranya. Lihat saja bagaimana Machete dan Machete Kills memiliki daya tarik luar biasa hingga bisa menampilkan aktor dan aktris kelas A seperti De Niro, Jessica Alba, Lindsay Lohan, Antonio Banderas hingga Sofia Vergara. Masih ada potensi yg bisa digali dan dieksploitasi dari Machete dalam segi kekerasan yg komikal dan sensasi sensual baik dari side kick maupun lawan Machete.

2. Abraham Lincoln Vampire Hunter

IMG_0497

Sebuah alternate universe dimana sedikit biopic, action, drama dan fantasi digabung menjadi satu kesatuan yg mencengangkan dibuat oleh sutradara asal Kazakhstan bernama Timur Bekmambetov. Butuh keberanian untuk memvisualisasikan karya yg diangkat dari buku berjudul sama karangan Seth Grahame-Smith ke dalam medium film untuk mengangkat salah satu orang paling berpengaruh dalam sejarah Amerika yaitu Abe Lincoln, meskipun menurut penulis novelnya, filmnya agak berbeda dari novelnya, tapi wajar saja karena keduanya adalah medium yg berbeda, bukan?.

Sejarah bisa diputarbalikkan sesuka hati pembuatnya, bahkan seorang presiden yg dihormati seperti Abe bisa dibuat sisi lainnya, sebuah identitas rahasia yg tidak banyak orang tahu kalau dia adalah president by day, vampire-hunter by night. Unsur politik dan horror dikemas dengan bantuan CGI yg berlebihan dan balutan action dengan kadar yg melebihi dosis. Terlepas dari kontroversi dan benar tidaknya, Abe adalah seorang presiden yg kick ass.

3. Kung pow Enter The Fist

IMG_0504

Kung Pow adalah suguhan yg menyenangkan dengan plot yg ringan, tentang seorang laki-laki terpilih yg sejak bayi diberkahi dengan kemampuan bela diri tingkat tinggi, bernama The Chosen One, anak kaukasia yg ayah ibunya total etnis Tionghoa yg sayangnya tidak dijelaskan mengenai origin The Chosen One, meskipun hal tersebut bukan masalah besar karena memang film ini dibuat dan dimainkan sendiri oleh Steve Oedekerk. Dia bebas melakukannya karena memang tidak memerlukan logika, mengalir begitu saja apa yg ingin dan pantas untuk ditertawakan. Cerita berlanjut saat ayah ibunya dibunuh oleh penjahat bernama Master Pain a.k.a Betty yg kuat tapi konyol.

Dari awal hingga akhir kita diberikan paduan antara adegan aksi penuh imajinasi tanpa batas dibumbui komedi absurd dari deretan cast dan sense of humor yg absurd dari sutradaranya. Dengan permainan angle kamera yg cepat, berbagai kelucuan diberikan. Dubbing yg asal-asalan dengen efek suara nyeleneh dan spontan dibarengi dengan adegan yg repetitif menjadi kekuatan lebih film ini. Saya tidak perlu menjelaskan lebih rinci adegan mana saja yg lucu, cukup nikmati saja suguhan action-comedy underrated dengan selera humor yg bagus ini. Anda tidak akan membuang waktu dan menyesal.

4. The Man With The Iron Fist (2012)

MV5BMTg5ODI3ODkzOV5BMl5BanBnXkFtZTcwMTQxNjUwOA@@._V1_SX640_SY720_

Apa yang bisa kamu harapkan dari kombinasi antara Quentin Tarantino (Kill Bill, Reservoir Dogs, Pulp Fiction), Eli Roth (Hostel 1 & 2) dan RZA (Wu Tang Clan) ? Sebuah persembahan untuk film kung fu era 70an dengan budget besar, aktor dan aktris A-List memerankan karakter dengan nama yang super cheesy dan plot bodoh.

Secara keseluruhan, film ini adalah contoh dari suatu ekskusi yang buruk atas ide seharga ratusan juta milyar. Intensi utama dari film ini adalah untuk menyadarkan kalian semua bahwa C.R.E.A.M (Cash Rules Everything Around Me, dolla dolla bills y’all) . Gw sendiri gak ngerti kenapa gw memasukan film ini kedalam episode sinema selekta bulan November ini.

Mungkin agar dibilang edgy oleh orang orang yang baca… “Hey, penulis suka dengerin Wu Tang Clan dan suka film kung fu?!?! sepertinya dia agak keren untuk anak muda sepantarannya” oh well, namanya juga usaha. Tapi ada satu pesan yang bisa kita ambil dari film ini, always bring a gun in a knife fight alias hidup ini keras bung, ga ada salahnya main curang. (Masukin film ini untuk rekomendasi bisa dibilang main curang sih, penulis lagi mentok banget, kemarin habis radang tenggorokan, diare, sama demam. jaga kesehatan ya guys. XOXO)

5. Riki Oh : The Story of Ricky (1991)

RICKY_ORIG_3D

Dalam hidup, kadang kala kita akan menemukan sesuatu yang tidak wajar. Sesuatu yang cukup aneh namun dapat memanggil kembali senyum kepada wajahmu, sesuatu yang lo rasa harus lo bagi kepada semua orang namun tidak yakin apakah orang lain dapat menerimanya sebagaimana lo mengharapkannya. Dalam kasus ini, hal yang gw temukan adalah film Riki Oh.

Riki Oh : The Story of Ricky adalah film action penjara yang berlatarkan dystopian china tahun 2001. Riki, seorang anak muda berumur 18 tahun yang memiliki anugrah otot baja , tulang besi, harus menjalani hukuman selama 10 tahun karena ia membunuh preman yang membunuh pacarnya. Terdengar simple namun ada twistnya disitu, Riki secara harfiah memiliki otot baja dan tulang besi.

skin

Hampir gak ada hal apapun di film ini yang bisa menyakiti fisik Riki, diawal film ia sudah memamerkan 5 peluru yang bersemayam dalam tubuhnya dan dia berjalan normal seakan tidak ada objek projektil asing yang bersemayam di dalam tubuhnya. Riki adalah tipikal anak muda yang orang tuamu larang untuk dijadikan teman, dia bisa mengambil bola mata dari soket matamu dengan hanya menggunakan 2 jari, mematahkan rusukmu dengan tangan kosong, melakukan operasi menengah pada diri sendiri tanpa menggunakan anestesi, mengajakmu makan di restoran mahal, pesan semua menu yang mahal dan membiarkanmu bayar semuanya, parahnya semua ini dilakukan tanpa ada sedikitpun tanda bahwa ia memiliki rasa belas kasihan atau ngilu sedikit pun. Riki Oh : The Story of Ricky adalah rekomendasi yang cocok untuk kalian yang bosan dengan film action hero holywood dan ingin merasakan ngilu ngilu gemas pada tulang ekormu.

6. The Devil Sword (1983) Aka Golok Setan

Golok-Setan

Berbicara soal action hero movie, rasanya aneh apabila tidak membahas Barry Prima. Bapak action hero movie nya Indonesia yang memiliki level jauh diatas Billy Chong dan Willy Dozan yang saat ini lebih sibuk masuk infotainment membahas soal harta gono gini dan kesibukan anaknya di dunia taekwondo dan dunia dating anak muda. Dari sekian banyak film silat Barry Prima, Golok Setan lah yang menurut gw cukup pantas untuk dijadikan rekomendasi bagi kalian yang baru mulai memasuki dunia Barry Prima.

Golok Setan ada film silat fantasi yang menceritakan petualangan Mandala (Barry Prima) dalam mencari pusaka bernama (you guessed it…) Golok Setan. Mandala memiliki banyak musuh dan sedikit sekutu, hal ini mungkin disebabkan oleh motto hidupnya yaitu “aku akan selalu ada dimana ada kekerasan tanpa alasan ” alias tukang ikut campur urusan orang, beruntung Mandala hanyalah sebuah karakter dalam film silat fantasi.

Plot cerita dari film ini pun lahir dari sifat suka ikut campur urusan orang lain si Mandala ini, ia merasa berhak untuk menghentikan aksi karnal ratu buaya (Enny Christina) yang doyan mencuri perjaka segar di setiap desa lewat bantuan tangan kanannya yaitu Bayu Jaka (Advent Bangun) padahal Mandala bukanlah seorang perjaka dan ratu buaya sepertinya tidak tertarik dengan Mandala yang kemungkinan besar suka sesama jenis.

Golok Setan adalah film laga non stop penuh darah palsu dengan sedikit bumbu fantasi tidak masuk akal dengan efek murahan yang dijamin akan membuat anda terhibur dengan segala kekurangannya. Film ini juga dirilis di US of A oleh Mondo Macabre dengan versi unrated, artinya kalian dapat menikmati efek gore murahan dan sloppy kissing scene dalam dubbing bahasa inggris, nikmat Tuhan mana lagi yang kalian dustakan??

7. The Last Action Hero (1993)

2318_4

Cheesy kah saya memasukkan film ini dalam sinema selekta? Yah saya punya alasan tersendiri tentunya. Alasan tersebut adalah bagaimana upaya film ini mencoba mengolok-olok klise film aksi sekaligus dapat diolok-olok akibat klise dari klise yang dibuatnya berujung pada ending dari film aksi klise. But its all good, saya sangat mengapresiasi film ini dari kecil karena humor yang mengelilingi konsep unik dari film aksi ini.

Sebuah anak bernama Danny Madigan (Austin O’Brien) tidak sengaja masuk ke dunia film seorang action hero favoritnya melalui tiket ajaib. Arnold Schwarzenegger berperan sebagai Jack Slater yang menjadi tokoh aksi idola anak tersebut. Lihat petualangan Danny yang mencoba menjelaskan bahwa dirinya berasal dari dunia nyata dan Jack Slater berada di dunia film yang tidak nyata maupun logis. Konflik memuncak saat sang action hero berpindah ke dunia nyata dan kenikmatan menjadi hero yang selalu menang di filmnya seakan telah diambil darinya.

8. Oldboy (2003)

oldboy-reelgood

Oldboy bisa dibilang action film karena aksi yang disajikan cukup banyak. Pembalasan menjadi tema cukup baik untuk mengkategorikannya menjadi sebuah film aksi. Misteri menyelimuti film ini dengan sedikit atmosfir noir hingga thriller. Ya, apalagi klimaks di film ini. Akan tetapi saya tetep teguh untuk mengatakan ini film action hero dengan Oh Dae-Su (Choi Min Suk) menjadi tokoh definitif di film Park Chan-wook ini.

Film ini bercerita tentang Oh Dae-Su yang dikurung oleh pria misterius selama 15 tahun. Cerita terfokus pada pencarian jati diri penculik, alasan, dan pembalasaan dendam yang dilakukan oleh tokoh utama tersebut. Siapa bilang action hero tidak bisa mendapat tantangan bernuansa thriller dan misteri? Ia mencoba menyelesaikan permasalahannya dengan 80% kekerasan dan bravado. Tidak melalui cara detektif layaknya film noir seperti China Town tetapi melalui pemukulan dan sedikit aksi palu yang pada akhirnya menjadi salah satu adegan terbaik di film. Sebuah kondisi post-moderen dimana tokoh lintas genre dijebak sebuah misteri.

9. The Raid 2 (2014)

url

Saat film barat dengan action heronya telah mencapai kejenuhan, sebuah film aksi substansial dengan kekerasan dan gaya perkelahian baru diperlukan. Siapa sangka The Raid berhasil membangkitkan genre dengan bela diri pancak silatnya. Film pertama merupakan bangkitnya seorang action hero bernama Rama (Iko Uwais) yang merupakan anggota kepolisian dengan tugas untuk menyerang sebuah rumah bandar narkoba. Setelah film tersebut ia telah bertransformasi menjadi full on action hero di film keduanya, melibas siapa saja di depan mata. Karena itu saya memilih sekuelnya.

The Raid 2 menceritakan perjalanan Rama yang menjadi agen menyamar yang ditugaskan oleh satuan kerja anti-korupsi, ia menyusup sebuah geng untuk mengekspos polisi korup beserta relasi gengnya. Dalam perjalanannya ia berkelahi dengan hampir semua anggota geng di Jakarta. Rama literally mengalahkan Jakarta dengan kepalannya, bahkan psikopat-psikopat seperti baseball guy, Julia Estelle buta berpalu, dan Kang Cecep dengan celurit kecilnya. Film high octane ini melahirkan salah satu genre aksi dan juga action hero yang dapat dieksploitasi oleh produser. Walaupun sampai sekarang belum ada yang dapat menandinginya, mungkin The Raid 3? Bisa jadi.