KULTUR DAN FILM,

Sinema Selekta: Halloween

0
Shares

Segmen terbaru ini merupakan sebuah rekomendasi film-film yang kami pilih secara teliti dan berikan untuk kalian para pembaca Sinemojo tercinta. Dalam Sinema Selekta, kami akan memberikan tiap topik tertentu dan memilih beberapa film beserta alasan kuat agar kalian dapat menontonnya. Entah itu film yang sudah pernah anda tonton atau belum sama sekali, Sinema Selekta hadir untuk mengisi waktu luang hingga mewarnai dunia perfilman anda.

Mengingat akhir Oktober berbagai masyarakat moderen merayakan tradisi pagan bernama Halloween, kami akan memberikan berbagai rekomendasi film yang tepat untuk suasana tersebut beserta alasannya. Kalian bisa memilih bahkan memainkan semuanya sekaligus layaknya movie marathon. Berikut adalah pilihan otentik dari para penulis kami.

1. Crimson Peak (2015)

IMG_0219

Guillermo del Toro adalah sebuah jaminan bagi penontonnya untuk menyaksikan cerita horror baru miliknya berjudul Crimson Peak. Dia tampak leluasa untuk menuangkan imajinasi-imajinasi liarnya ke dalam dunia khayalan yg tampak nyata dan tidak berbatas. Monster-monster yg dia buat adalah representasi dari apa yg ingin ia sampaikan dengan gayanya yg khaspdiv>

2. The Others (2001)

IMG_0221

Selain plotnya yg tersusun dengan baik, satu hal yg membuat film ini layak anda saksikan adalah deretan castnya yg brilian. Alejandro Amenabar tidak perlu repot-repot untuk mendesign hantu-hantu yg gentayangan di rumah kuno bergaya Victoria. Dia cukup memaksimalkan para pemainnya untuk menjadi makhluk hidup yg dihantui oleh kehidupannya sendiri. Anda akan dihadapkan pada dua pilihan antara mana yg nyata dan mana yg rekayasa. Performa yg sempurna dan meyakinkan bagi semua pemain.

3. Poltergeist (1982)

IMG_0234

Kisah sebuah keluarga dimana anak bungsunya yg bernama Carol Anne begitu antusias juga histeris namun mungkin menyesal pernah berinteraksi dengan makhluk aneh dan dibawa sementara oleh penghuni terdahulu orang-orang yg pernah bersemayam di Cuesta Verde. Poltergeist adalah sajian horror klasik yg menegangkan

4. Jelangkung (2001)

19798__11

Masih ingatkah film ini? Apabila anda berumur 20 tahunan keatas maka sudah hampir dipastikan pernah menonton film horror ini. Film ini saya pilih karena sifat nostalgianya yang berhasil menjadi cult film Indonesia sekaligus membangkitkan sebuah genre. Ya, walaupun kini genre horror Indonesia banyak menjual situasi cabul melalui eksploitasi wanitanya, beberapa film berkualitas juga rilis setelahnya seperti Bangsal 13 dan Pocong. Anda dapat menikmatinya sebagai film horror yang benar-benar seram, bersikap sarkas dan menertawai film ini, atau sekedar kilas balik dari masa dimana kalian pernah ketakutan melihat film ini.

5. Idle Hands (1999)

anigif_enhanced-buzz-25147-1414746776-11

Horror yang memadukan genre spiritual kerasukan-ish, slasher, dan komedi ini patut menemani akhir Oktober anda karena berbagai poin yang akan saya sampaikan.

Devon Sawa berperan sebagai Anton, protagonis stoner yang menggunakan alat asma sebagai bong. Musuhnya adalah dirinya sendiri yang kerasukan hanya pada di tangan, sebuah ide cemerlang dari konsep kerasukan yang memiliki nuansa kelas B. Cerita sederhananya memiliki unsur so bad that its good yang dipenuhi oleh canda tawa dan gore. Alasan terakhir adalah Jessica Alba dengan baju malaikatnya yang membawa dosa pada penontonnya. Menginspirasi wanita untuk berkostum hot dibandingkan seram dan membuat pria mendatangi pesta Halloween dengan harapan melihat kostum sejenis itu. Its a fun movie overall.

6. Shutter (2004)

Shutter-2004-Jane-ghost-car-window

Film Thailand ini seram. Benar-benar seram. Penonton akan ketakutan saat menonton salah satu masterpiece horror ini yang membawa kita kepada atmosfir film beserta mood depresif yang diberikannya. Hantunya semacam kuntilanak, penggunaan fotografi menjadi unsur utama yang digunakan dengan baik oleh Banjong Pisanthanakun sebagai sutradaranya. Ceritanya juga cukup berbobot dengan berbagai kejutan pada plot muncul, tentunya dibantu dengan penampakan wanita menyeramkan yang dapat didebatkan sebagai antagonis atau protagonis. Apakah label seperti itu juga berlaku bagi hantu? Hmm lain kali mungkin akan saya bahas.

Apabila anda sudah lama tidak menonton film ini, tontonlah karena ia akan mengembalikan rasa ketakutan itu. Bagi yang belum, silahkan tonton film ini dibalik kenyamanan rumah anda. Dibalik scare fest itu, film ini juga menyajikan cerita yang berkualitas.

7. The Shining (1980)

sh_mon_final

Pada tahun 1960 seorang sineas muda memiliki mimpi. Sebuah mimpi yang sungguh mulia, beliau bercita cita untuk menciptakan film horror yang paling horror seantero jagat raya semesta ciptaan gusti Allah dan pada tahun 1980, ia berhasil melakukannya. The Shining merupakan film horror terbaik yang pernah ada dan salah satu mahakarya dari Stanley Kubrick yang merupakan adaptasi dari novel karangan Stephen King.

Walaupun Stephen King dengan lantang menyatakan bahwa ia membenci film ini, namun tahu apa beliau soal film horror? Stephen King lebih baik mengumpulkan semua opininya mengenai film ini, jadikan sebuah bola kecil yang memiliki sudut kasar, lalu sumpalkan bola tersebut ke lubang anusnya dalam dalam, karena “all work and no play makes jack a dull boy.”

8. Psycho (1960)

psycho-still-janet-leigh

Siapa sangka film hitam putih berbudget rendah ini bisa menjadi sesuatu yang tak lekang oleh waktu? Pada awalnya, hanya Alfred Hitchcock yang menyadari akan hal ini. Semua orang pasti setuju bahwa adegan shower yang ada di dalam film ini super memorable, namun hanya sedikit manusia yang tahu bahwa adegan tersebut diambil selama 7 hari , mengalami 70 kali cut demi mendapatkan kesempurnaan yang hanya bertahan selama 45 detik (walaupun terdengar familiar, namun yakinlah bahwa gw sedang membahas adegan shower dalam film psycho, bukan pengalaman coitus perdana kalian).

Sekarang kalian tahu definisi sesungguhnya dari seorang perfeksionis.

9. 500 days of summer (2009)

4689389446_f176cfdaa8

Selain kenyataan bahwa penulis artikel ini adalah seorang laki laki lemah yang sedang memutar playlist50 most beautiful sad song” di spotify pada saat menulis artikel ini, namun percayalah bahwa keberadaan film 500 days of summer di dalam episode Sinema Selekta ini bukanlah suatu kekeliruan.

Inti cerita dari film ini super horror, penulis artikel ini sampai kencing dicelana ketika menyadarinya dan tidak sabar

untuk……

bermasturbasi..

….

……

karena semua orang galau pasti melakukannya……

Ya kan…?

masturbasi…

Anyway, inti dari film ini adalah : “She needs you more than she loves you

*banting keyboard, nonjok layar, ngambil tissue dan lotion*

– Setidaknya itulah beberapa film yang telah kami pilih secara perlahan dan pasti untuk Halloween ini. Semoga kalian bisa menikmatinya dan persiapkan diri juga untuk Sinema Selekta lainnya di masa depan yang tidak terlalu jauh.